Selalu ada ruang buat kopi enak atau matcha yang segar.
Disclaimer dulu. Saya bukan researcher biji kopi atau serbuk matcha. Saya juga bukan orang yang bisa bedain notes “hazelnut with hint of citrus and emotional damage” dalam satu tegukan kopi. Wkwk. Buat saya, kopi enak atau matcha enak adalah yang bisa dinikmati sambil santai… atau sambil puyeng di depan laptop. Ya namanya juga adulting corporate.
Kita ini masuk ke generasi yang spending-nya bisa berupa: one cup, two cups, atau somehow three cups a day di coffee shop.
Serumit apapun kerjaan kantor, mari kita hadapi. Tapi bentar… kita ngopi dulu.

1. HARIO CAFE Tokyo
Ini honestly hidden gem menurut saya. Pertama kali lihat dari explore Instagram, persis sepulang kami dari Jepang. Alias ini ga move-on. Nyobain pertama kali langsung bareng Datuk dan Mik. Lokasinya di Pondok Indah, dan ada juga di One Satrio. Vibes-nya Jepang yang… nge-Jepang banget.




Favorite order di sini:
- Ceremonial Matcha Latte
- Gobo Tempura
Matcha-nya light, berasa ringa aja, dan tipe yang comforting gitu. Salah satu ceremonial matcha yang menurut saya easy to enjoy bahkan buat yang bukan matcha expert. Nah buat cemilan, cobain Truffle Croissant-nya, atau si gurih Gobo Tempura. Mereka tuh selalu jadi comfort snack wajib setiap datang. Crispy, gurih, dan dangerous karena susah stop makannya. Wkwk.
Hario Tokyo ini, sekali lagi sangat Japandi vibes, dan cocok banget buat: meeting santai, me time, atau pura-pura produktif sambil buka laptop 3 jam.
2. % Arabica
Kalau harus pilih satu tempat yang paling sering saya datangi beberapa tahun terakhir, jawabannya masih % Arabica.
Favorite order di sini:
- Kyoto Latte
- Matcha Latte
- Chocolate Croissant
Kenapa favorit? Sesimpel: latte-nya light, matcha-nya segar, croissant-nya krispy di luar lembut di dalam! Tempatnya nyaman, wifi-nya kenceng, dan lokasinya gampang diakses baik dari BSD maupun Jakarta. Setiap kali datang ke sini tuh nyaman aja. Minimal hidup masih bisa ditenangkan lewat segelas latte dingin. Nah saya bahkan selalu koleksi stempel-nya. Tiap 10 cup kopi, bisa klaim 1 kopi gratis wkwk.






Personal favorite tentu yang di Gunawarman.
Estetik, nggak terlalu ramai, homey, dan cocok buat duduk lama sambil buka laptop atau sekadar bengong cantik melihat hidup.
Nomor dua tersering: The Breeze BSD. Karena, dekat dan reliable.
3. Gutten Morgen Coffee Lab & Shop
Agak ragu mau share ini, takut nanti jadi rame wkwk. Tapi ini benaran life hack kalau lagi di area Senayan City dan butuh tempat buat recharge sebentar. Sency belum buka, ini cafe udah buka duluan. Tidak lain dan tidak bukan, Gutten Morgen.


Tempat ini punya vibe yang warm dan calm, tipe coffee shop yang nyaman buat duduk agak lama tapi ga berasa hectic. Cocok buat preparation meeting, buka laptop, atau sekadar taking a small break in between a busy day.
Coffee-nya solid, ambience-nya nyaman, dan lokasinya juga gampang dijangkau kalau lagi mobile around Jakarta area. Kadang memang nggak perlu tempat yang terlalu ramai atau viral, cukup yang konsisten enak dan bikin betah balik lagi.
4. Sinilagi
Kalau ngomongin tempat favorit buat WFC, Sinilagi Panglima Polim masuk di deretan list teratas. Wkwk. Pernah ketemu Sherina Munaf juga disini (lah penting?). Ada dua menu wajib disini : Matcha Espaneer dan Bolo Bun Butter! Keluar dikit dari zona tanpa gula, ya Matcha Espaneer mereka tuh creamy! Tapi ya jangan sering-sering juga si.





Nah kalau Bolo Bun Butter-nya, yah itu sih masya Allah mantap! Warm, buttery, slightly crispy outside, soft inside. Comfort food kecil yang selalu berhasil memperbaiki mood.
Kadang memang WFC bukan cuma soal cari wifi atau colokan. Tapi juga soal menemukan tempat yang bikin kerja terasa sedikit lebih manusiawi. Makasih Sinilagi, buat jadi saksi akan banyak peristiwa, dari gelak tawa sampai airmata wkwkwk.
5. Latte La Trobe
This used to be one of my favorite places. Hehe you know the reason behind.
Selain latte-nya yang comforting, satu hal yang bikin susah move on dari tempat ini adalah: tiramisunya. Berbahaya. Tipe dessert yang awalnya niat “cuma sharing satu” tapi tiba-tiba habis sendiri tanpa sadar. Dia ada yang strong dan ada yang creamy, balance deh rasa kopinya.





Makanan berat mereka juga hampir nggak ada yang failed. Menu-menu comfort food yang selalu aman buat repeat order. Satu-satunya challenge mungkin cuma: porsinya besar-besar banget. Haha.
Tapi ya mungkin itu juga alasan kenapa tempat ini cocok buat long catch up sessions, kerja lama, atau makan sambil cerita hidup sampai lupa waktu.
Kadang memang ada tempat yang bukan cuma soal rasa kopi, tapi juga soal memori hidup yang pernah lewat di sana.
6. TOBI’S
Simple answer: karena tempatnya nyaman banget. Saya pernah menghabiskan waktu BSD hujan seharian disini.

Saya rasa nggak semua coffee shop harus terlalu fancy untuk jadi favorit. Kadang yang dicari cuma:
- kursi nyaman,
- lighting bagus,
- kopi oke,
- dan suasana yang nggak bikin capek.
TOBI somehow punya kombinasi itu.
7. Natsuka
Kalau lagi pengen matcha yang terasa lebih pure, boleh juga sesekali ke Natsuka. Lokasinya di Urban Forest. Ya saya juga baru dua-tiga kali kesana si.
Bold matcha. Just… good matcha.
Dan untuk sesama manusia yang kadang butuh minuman dingin demi bertahan hidup di tengah panasnya Jakarta dan deadline kantor, this one is worth trying.


At the end of the day, mungkin memang hidup orang dewasa sekarang banyak dihabiskan di coffee shop.
Kadang datang untuk kerja. Kadang juga sekedar healing.
Ada yang nunggu meeting berikutnya. Ada juga yang cuma pengen duduk sebentar sambil menenangkan isi kepala.
A good latte or a fresh matcha always makes things feel a little lighter.